Risiko yang Terjadi pada Ibu Hamil dengan Hepatitis C



Hepatitis merupakan penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil. Anda harus cermat mencari tahu gejala hepatitis yang bisa terjadi agar menemukan penanganan yang tepat. Berikut ini risiko yang terjadi pada bayi jika seorang ibu hamil dengan hepatitis C.
Penyebab dan Gejala Hepatitis C

Hepatitis C bisa menyebar lewat darah dan cairan tubuh yang terkena infeksi, seperti cairan vagina atau air mani. Penyebab lainnya bisa terjadi karena tusukkan jarum bekas. Gejala hepatitis yang terjadi saat sedang hamil adalah mual dan muntah terus menerus. Anda juga akan merasa sangat kecapekan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, demam, dan sakit persendian.

1.      Perlemakkan Hati
Hepatitis C yang terjadi pada ibu hamil akan mengembangkan penyakit hati jangka panjang. Penyakit yang terjadi yaitu sirosis hari atau masalah hati yang berisiko mengancam jiwa. Adanya permasalahan ini akan membuat risiko ibu hamil mengalami lemak menjadi lebih tinggi.

Kondisi kesehatan yang semakin parah ini akan mempengaruhi bayi di dalam kandungan. Risikonya bayi bisa mengalami kekurangan enzim yang diproduksi oleh hati saat lahir nanti. Enzim yang fungsinya untuk membantu metabolisme asam lemak.

2.      Komplikasi Batu Empedu
Risiko lainnya yang terjadi pada ibu hamil dengan hepatitis C adalah komplikasi batu empedu. Kondisi ini terjadi karena perubahan garam empedu yang selama kehamilan. Proses kantong empedu mengosongkan diri lebih lambat saat sedang hamil. Akibatnya cairan empedu akan lebih lama di hati dan saat inilah batu empedu naik.

3.      Ketuban Pecah Dini
Anda yang hepatitis C saat sedang hamil maka berisiko mengalami ketuban pecah dini, bahkan bisa berisiko pendarahan saat akhir kehamilan. Anda harus mewaspadai hal ini jika tidak akan membuat bayi di dalam kandungan terancam atau bisa berisiko berujung kematian.

4.      Lahir Prematur
Anda yang sedang hamil jika mengalami hepatitis bisa berisiko besar saat lahirnya bayi lahir prematur dan pastinya juga mengalami berat badan lahir rendah. Bayi yang lahir secara prematur kondisi kesehatannya tidak sekuat bayi dengan lahir normal.

5.      Menginfeksi Bayi
Hepatitis merupakan penyakit yang menular. Jika sedang hamil Anda terkena hepatitis maka risikonya bisa menginfeksi bayi. Proses penularannya terjadi saat bayi terpapar darah atau cairan vagina saat proses persalinan berlangsung.

Jika sudah tertular tentunya kesehatan anak akan terancam dan berisiko jangka panjang mengalami kerusakan hati atau kanker hati. Selain itu penularan juga bisa terjadi setelah bayi dilahirkan melalui puting yang pecah atau berdarah saat pemberian ASI.

Ibu hamil dengan hepatitis C bisa dialami siapa saja sekalipun sebelumnya tidak memiliki riwayat hepatitis. Anda perlu hati-hati dalam mengonsumsi makanan agar tidak mengalami penyakit yang dapat berbahaya bagi bayi. Kenali gejalanya dengan jelas agar Anda bisa melakukan tindakan cepat sebelum virus menyebar semakin luas di dalam tubuh.

Belum ada Komentar untuk "Risiko yang Terjadi pada Ibu Hamil dengan Hepatitis C"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel