Kredit Pemilikan Rumah



Memiliki tempat tinggal yang nyaman, seperti rumah sudah menjadi impian banyak orang, termasuk anak kaum milenial. Sayangnya, untuk memiliki rumah, seseroang harus memiliki dana. Apalagi rumah yang diinginkan berada di kawasan yang strategis atau di dekat pusat kota. Meski kini sudah ada yang namanya Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), rasanya bagi sebagian milenial membeli rumah masih cukup memberatkan.

Terlebih lagi, bagi sebagian milenial, membeli rumah bukanlah prioritas, sekalipun penghasilannya mungkin tergolong mampu untuk membeli rumah dengan cara KPR. Mengapa? Apalagi kalau bukan karena gaya hidup dan rasa keingintahuan untuk merasakan pengalaman lebih menjadi prioritas bagi generasi milenial, ketimbang untuk memiliki rumah.

Namun sejatinya, ada beberapa alasan yang sebaiknya menjadi pertimbangan para kaum milenial untuk memiliki rumah. Apa itu? Alasan yang pertama adalah generasi milenial yang lahir antara tahun 1982 – 1995 masih tergolong sebagai kaum prosuktif. Artinya, kelompok usia ini masih mampu untuk mendapatkan banyak pemasukan yang asalnya dari mana saja. Terlebih, semangat kerjanya pun masih menggebu.

Alasan yang kedua, tentu saja karena harga rumah yang terus naik. Mungkin alasan ini akan mampu menjadi bahan pertimbangkan yang paling dipertimbangkan untuk memiliki rumah bagi kaum milenial. Sebagai kaum milenial, Anda harus sadar, bahwa harga properti setiap tahunnya akan mengalami kenaikan yang cukup drastis. Dengan begitu, tidak ada salahnya jika memaksakan untuk membeli hunian dari sekarang, khawatir di masa mendatang justru angkanya sudah tidak dapat lagi terjangkau.

Ketiga, mencari rumah di lokasi strategis semakin sulit seiring dengan lahan yang semakin menyempit. Jika Anda menginginkan lokasi rumah yang lokasinya mudah diakses, semakin lama pasti semakin sulit. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan di area strategis karena dihimpit oleh gedung-gedung. Mumpung lahannya belum betul-betul habis, sebaiknya dari sekarang kaum milenial mulai survei lokasi perumahan mana yang paling mudah diakses dari tempat kerja Anda.

Keempat, bisa memilih tenor yang lebih fleksibel. Tenor cicilan yang ditawarkan perbankan biasanya maksimal mencapai 25 tahun. Jika Anda termasuk generasi milenial, berarti kini usia Anda sekitar 24 – 37 tahun. Nah, pada usia ini, Anda masih bisa memilih tenor cicilan mulai dari 5 hingga 25 tahun. Sesuaikan juga besarannya dengan tenor yang mampu Anda bayarkan.

Selain dari dalam diri, alasan terakhir datang dari dukungan pihak luar, yaitu pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan program yang membuat kaum milenial sanggup membeli rumah secara mandiri. Nantinya, milenial yang berencana akan membeli rumah bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Jika banyak kemudahan seperti ini, tentu tidak ada lagi alasan bagi Anda sebagai milenial untuk tidak memiliki rumah.



Jika masih merasa belum yakin sanggup untuk membeli rumah, wahai para kaum milenial, Anda tidak perlu berkecil hati. Kami akan memberikan beberapa tips untuk Anda bisa memiliki rumah tanpa harus secara drastis gaya hidup milenial yang memang sudah bertumbuh seiring zaman. Apa langkah yang bisa dilakukan generasi milenial untuk mewujudkan impiannya memiliki rumah? Berikut ini tipsnya.

1.  Giat mencari pekerjaan dengan gaji cukup
Generasi milenial termasuk dalam usia prouduktif bekerja. Selain itu, pada usia ini juga tenaga, energi, dan semangat muda yang dimiliki masih sangat besar. Oleh karenanya, jangan sia-siakan kesempatan besar tersebut untuk memanfaatkannya dengan giat mencari pekerjaan dengan gaji yang cukup. Penting juga untuk Anda selalu mengembangkan kemampuan diri agar skill terus meningkat. Skill yang terus meningkat, tentu akan dihargai sebanding.
2.  Bekerja di perusahaan dengan fasilitas KPR
Ini memang cara yang tidak selalu mudah, namun bukan berarti juga menjadi mustahil. Generasi milenial sebaiknya tidak hanya melulu fokus pada gaji, melainkan juga tunjangan atau fasilitas yang diberikan perusahaan. Beberapa perusahaan memberikan fasilitas KPR pada karyawannya, terutama perusahaan-perusahaan besar. Oleh karenanya, upgrade terus kemampuan Anda yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar tersebut agar lolos dan mendapatkan fasilitas pinjaman di perusahaan yang dituju.
3.  Menabung otomatis untuk DP rumah
Ini merupakan cara yang sudah banyak dilakukan oleh sebagian orang. Menurut penelitian, kesulitan yang paling utama untuk memiliki rumah adalah tidak memiliki dana untuk uang muka kredit. Namun, kecil kemungkinan membeli rumah tanpa cara kredit. Oleh karenanya, mau tidak mau, Anda harus mengelola keuangan dengan baik agar bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk ditabung. Pilihlah tabungan yang memotong rekening secara otomatis dalam jumlha dan waktu tertentu setiap bulannya. Sehingga, uang dalam rekening Anda tidak habis duluan untuk hal-hal yang tidka krusial.
4.  Ikut program cicilan DP
Tips lainnya adalah dengan mengikuti program cicilan DP dengan mencicil uang muka selama jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Biasanya program semacam ini diinisiasi oleh para developer tempat Anda ingin membeli rumah. Misalnya, pengembang memberikan jangka waktu selama 22 bulan bagi calon pembeli untuk bisa mencicil uang muka yang hitungannya berdasarkan harga beli yang telah ditentukan sebelumnya di awal.
Kemudian, calon pembeli setiap bulannya akan membayar cicilan DP pada pengembang sesuai jumlah tersebut. Setelah uang muka lunas, barulah calon pembeli mengajukan kredit ke bank dengan jumlah sisanya. Jangan khawatir harga akan berubah. Sebab, harga sudah disepakati di awal, karenanya saat lunas, harga beli tidak akan berubah dari harga yang telah disepakati bersama.
5.  Ambil KPR dengan tenor yang paling panjang
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masalah generasi milenial dalam pembelian rumah adalah  kemampuan membayar DP kecil dan kemampuan mencicil pinjaman pun kecil. Jadi, harus bagaimana? Bagi yang masih muda dan baru akan bekerja bisa mengambil tenor kredit yang lebih fleksibel. Oleh karenanya, ambil jangka waktunya yang sepanjang mungkin.
Biasanya bank paling lama akan memberikan tenor maksimal 25 tahun dan di atas usia pensiun (55 tahun) Anda tidka boleh menganbil kredit lagi. Jadi, mengapa mengatur tenor ini menjadi penting? Sebab, tenor yang panjang bisa menurunkan jumlah cicilan per bulan. Mumpung masih dalam usia muda, Anda bisa mamanfaatkan tenor sepanjang itu.
6.  Memilih tinggal di apartemen
Jalan terakhir untuk milenial memiliki tempat tinggal adalah memilih apartemen sebagai tempat tinggal. Keuntungan membeli apartemen bagi para milenial, yang pertama, harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan rumah tapak. Kedua, lokasi apartemen umumnya cukup strategis dari perkantoran.

Rumah adalah kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan banyak orang. Maka dari itu, sangat disayangkan jika masih ada kalimat pesimisme, bahwa generasi milenial tidak akan bisa memiliki tempat tinggal sendiri. Padahal, sebetulnya masih ada banyak cara untuk kaum milenial memiliki rumah, salah satunya adalah dengan mengikuti program KPR milenial.


Belum ada Komentar untuk "Kredit Pemilikan Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel